Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

Perbedaan Jurusan Kimia Murni/MIPA,Teknik Kimia dan Pendidikan Kimia

Jurusan Kimia. Bagi anda yang menyukai mata pelajaran ini di SMA tentunya ingin tahu bagaimana Pelajaran Kimia nantinya di Perguruan Tinggi, atau mungkin anda baru ingin memperdalam ilmu kimia di Perguruan Tinggi. Tentunya anda saat ini sedang berfikir mengambil jurusan kimia murni/MIPA, teknik kimia ataupun pendidikan kimia. Ketiga jurusan tersebut memang mengandung konsentrasi kimia tetapi ada beberapa perbedaan yang patut anda perhatikan sebagai modal memilih jurusan yang sesuai keinginan dan kemampuan anda,berikut saya jelaskan :


Pertama kita mulai dengan definisi dari kimia murni/MIPA, teknik kimia dan pendidikan kimia. Pertama Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang menyelidiki sifat dan struktur zat, serta interaksi antara materi-materi penyusun zat. Kedua Teknik kimia (chemical engineering) adalah ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa digunakan untuk keperluan manusia, berlandaskan pengetahuan ilmu kimia. Ketiga Pendidikan Kimia (chemical education) adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara mengajarkan ilmu kimia di sekolah.
Dari ketiga definisi tersebut setidaknya ada 3 poin yang dapat dibedakan, yaitu sifat, orientasi dan skala target. Dari sifatnya, kimia murni bersifat eksplorasi, yaitu kegiatan meneliti zat atau reaksi baru, sedangkan teknik kimia dan pendidikan kimia bersifat aplikasi, yaitu penerapan pada bidang tertentu, jadi kedua bidang ini tidak dituntut untuk mengembangkan zat, struktur, atau reaksi baru, tetapi mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada menjadi sesuatu yang dapat berguna bagi makhluk hidup.

Kedua ditinjau dari orientasinya, kimia murni berorientasi pada ilmu pengetahuan, teknik kimia pada bidang industri dan pendidikan kimia pada bidang pendidikan. Sebagai  C + D, reaksi iniàcontoh, misalnya ada reaksi sebagai berikut : A + B  menghasilkan 80 % senyawa C sebagai produk utama dan 20 % senyawa D sebagai produk sampingan. Pada reaksi ini ketiga bidang ilmu ini akan bersikap berbeda.Ilmuwan kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi reaksi A + B, sampai ke tingkat molekular bahkan sampai ke tingkat atom. Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan reaksi; alat untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan lain-lain. Sedangkan guru kimia tidak terlalu memikirkan tentang senyawa D, tetapi memikirkan bagaimana cara atau metode mengajarkan dan menjelaskan kepada siswa tentang reaksi tersebut agar siswa mengerti dengan reaksi tersebut, seperti mana yang merupakan pereaksi dan mana yang merupakan hasil reaksi.
  
Ketiga mengenai skala. Ilmu kimia dan pendidikan kimia mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan pada bidang industry yang bensangkutan.
Untuk profesi setelah lulus dari ketiga jurusan tersebut merupakan hal yang tidak boleh kita lupakan, karena hal ini menyangkut dengan masa depan anda. Berikut profesi-profesi yang normal (sesuai bidang keilmuan yang dipelajari) bagi ketiga jurusan tersebut  antara lain adalah untuk lulusan kimia murni bisa bekerja misalnya di laboratorium sebagai peneliti. Untuk lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya. Sedangkan lulusan pendidikan kimia biasa bekerja sebagai guru, dosen atau peneliti bidang pendidikan.

1 komentar:

Post a Comment